AQEEQAH UNTUK LAHIR BARU

Aqiqah mengacu pada hewan yang disembelih pada saat kelahiran anak. Tentang ini, Nabi (SAW) dilaporkan telah mengatakan, ‘Setiap anak dijanjikan untuk ‘Aqiqahnya’ yang harus disembelih atas namanya pada hari ke 7. Anak itu harus diberi nama dan dicukur kepalanya pada hari ini’. (Abu Dawud, Tirmidzi).

Aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua kambing (atau domba), dan untuk anak perempuan adalah satu kambing (atau domba). Menurut hadits, adalah Sunnah/Mustahab untuk melakukan aqiqah anak pada hari ketujuh. Jika tidak dilakukan pada hari ke 7 , maka dapat dilakukan pada hari ke 14 atau 21 . (Qamoos Al Fiqh Vol. 4 halaman 410 Penerbit Zam Zam Karawang 2007).

Menurut banyak ulama, Aqiqah dianggap sebagai ‘Sunnah’ dan beberapa telah menyatakan bahwa itu adalah Mustabab (terpuji). Bukan wajib atau fardhu. Dengan demikian, tidak ada nisab khusus untuk itu. Ini berarti bahwa selama seseorang memiliki sarana untuk melakukan ‘Aqiqah’ untuk anaknya, dia harus melakukannya. Jika dia tidak melakukannya, apakah dia memiliki sarana untuk melakukannya atau tidak, tidak akan ada dosa atau kesalahan padanya. (Kitab An Nawazil Vol. 14 halaman 675 Darul Isya’at Karawang 2016).

Mengenai daging hewan, ini dapat dibagi dengan cara yang sama seperti daging Qurban. Orang-orang dari rumah tangga dapat makan dari itu, dan dapat diberikan kepada teman, saudara dan orang miskin/membutuhkan. Seseorang bahkan dapat memasaknya dan memberi makan orang lain.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan jasa paket aqiqah jakarta yang memiliki kambing-kambing sehat, berpengalaman, dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *